Home
Links
Contact
About us
Impressum
Site Map?


Afrikaans?
عربي
Bahasa Indones.
Deutsch
English
Français
Hausa/هَوُسَا
עברית
O‘zbek
Peul?
Português
Русский
தமிழ்
Türkçe
Yorùbá
中文



Home (Old)
Content (Old)


Indonesian (Old)
English (Old)
German (Old)
Russian (Old)

Home -- Indonesian -- 08. Good News -- 5 Why don't Muslims trust the Bible?
This page in: -- Chinese -- English -- French -- German? -- INDONESIAN -- Tamil -- Turkish

Previous lesson -- Next lesson

08. KABAR BAIK UNTUK ORANG-ORANG MUSLIM
ALKITAB 1 - 5 : Menjawab tuduhan orang-orang Muslim bahwa Alkitab sudah dipalsukan

5 - MENGAPA KAUM MUSLIM TIDAK PERCAYA KEPADA ALKITAB?



TANTANGAN: Tidak sedikit orang Muslim yang meninggalkan Islam dan kemudian menjadi Kristen. Namun bagi mereka cobaan terbesarnya seringkali berupa godaan untuk kembali kepada Islam dan meninggalkan kepercayaan mereka kepada Injil. Sangat penting untuk memberikan argumentasi dan alasan kepada orang-orang Kristen itu mengapa mereka tidak perly kembali percaya kepada Al-Quran. Apakah ada alasan-alasan yang demikian yang akan menolong para mantan Muslim untuk tidak menjadi Muslim lagi? Bisakah argumentasi yang demikian ditemukan di dalam Al-Quran sendiri?

JAWABAN: Ya, ada banyak alasan dan argumentasi yang demikian. Semuanya akan muncul bagi kita ketika berusaha untuk mencari alasan mengapa sebenarnya orang-orang Muslim tidak percaya kepada Alkitab. Alasan yang paling utama terletak kepada kenyataan bahwa ada perbedaan yang sangat besar antara Alkitab dengan Al-Quran. Karena orang-orang Muslim memulai dengan anggapan bahwa semua kitab yang diturunkan oleh Allah adalah cuplikan dari sebuah kitab yang sangat kuno yang ada di surga, maka mereka tidak bisa menerima kalau ada perbedaan besar antara Taurat, Mazmur, Injil dan Al-Quran. Namun dalam kenyataannya, keempat kitab itu menunjukkan adanya perbedaan yang cukup mencolok antara satu dengan yang lainnya. Orang-orang Muslim memutuskan untuk menjelaskan perbedaan itu dengan memunculkan teori pemalsuan, seolah-olah orang-orang Yahudi dan Kristen sudah dengan begitu jahat memalsukan kitab asli dari Musa, Daud dan Kristus. Inilah sebabnya orang-orang Muslim tidak percaya kepada Alkitab, dan hanya percaya kepada Al-Quran. Mereka percaya bahwa kitab mereka itu langsung diwahyukan oleh Allah. Bagi mereka wahyu yang orisinil secara khusus nampak di dalam bagian-bagian Al-Quran, yang tidak memiliki padanannya di dalam Alkitab. Kita akan menunjukkan bahwa tidak sedikit dari bagian Al-Quran itu sebenarnya memiliki padanan di dalam tulisan-tulisan yang ada di masa sebelum Islam. Penemuan ini akan sangat melemahkan argumentasi mereka, bahwa Al-Quran adalah wahyu yang murni langsung dari Allah. Ini juga akan menolong agar para mantan Muslim tidak kembali kepada Islam, dan juga bisa memberikan alasan kepada orang-orang Muslim yang mulai bertanya-tanya untuk berani memutuskan meninggalkan Islam.

Ketika Alkitab dibandingkan dengan Al-Quran, ada empat jenis teks yang ada. Untuk menunjukkan keempat jenis itu dengan menggunakan contoh, kita akan secara khusus membatasi pembahasan mengenai Abraham di dalam Al-Quran dan Alkitab:

1. Teks di dalam Al-Quran yang memiliki padanan di dalam Alkitab: Al-Quran menulis cukup banyak narasi dan tidak sedikit perintah yang langsung berasal dari dalam tulisan Alkitab.

Al-Quran menuliskan, sebagai contoh, tentang kunjungan utusan Allah kepada Abraham untuk mengatakan kepadanya mengenai kelahiran Ishak (Surat Hud 11:69-73 dan al-Hijr 15:51-60 = padanannya di dalam Kejadian atau tulisan mengenai pengorbanan anak laki-laki av (Surat as-Saffat 37:101-113 = padanannya di dalam Kejadian 22:1-19). Namun, tidak satupun teks Al-Quran yang memiliki padanan di dalam Alkitab itu merupakan kutipan langsung dari Alkitab. Muhammad selalu memformulasikan teks Alkitab dengan kata-katanya sendiri dan membentuknya dengan cara pandang Islam. Inilah sebabnya ada perbedaan-perbedaan yang nampak antara versi Alkitab dengan Al-Quran di dalam teks yang saling berkaitan itu.

Al-Quran sebagian besar berisi padanan teks dari Taurat (lima kitab Musa) dan dari Injil.

2. Teks Alkitab yang tidak memiliki padanan di dalam Al-Quran. Karena isi Al-Quran hanyalah seperlima dari isi Alkitab, maka jelas sekali bahwa lebih dari 80% teks di dalam Alkitab tidak memiliki padanan di dalam Al-Quran.

Dalam kaitannya dengan kisah tentang Abraham di dalam Alkitab, ada yang hilang di dalam Al-Quran, misalnya, tentang silsilah (Kejadian 11:10-27), atau kisah dimana wanita memainkan peranan yang penting (misalnya tentang Abraham dan Sarah di Mesir, Kejadian 12:10-20, atau kematian Sarah dan Abraham membeli tanah kuburan untuknya, Kejadian 23:1-20, atau tulisan tentang perkawinan kedua Abraham yaitu dengan Ketura, Kejadian 25:1-6)

Hampir semua teks di luar kitab Taurat dan Injil tidak dimuat di dalam Al-Quran.

3. Teks di dalam Al-Quran yang tidak ada di dalam Alkitab tetapi memiliki padanan di dalam tulisan-tulisan sebelum masa Islam: Teks-teks ini sangat membanggakan bagi orang-orang Muslim. Bukti bahwa tulisan-tulisan ini juga sebenarnya memiliki padanan dari sumber sastra dari masa sebelum Islam akan menolong orang-orang Muslim yang sedang mencari-cari, dan juga para mantan Muslim, untuk meninggalkan keyakinan mereka kepada keunikan Al-Quran.

Berkaitan dengan Abraham, bagian-bagian di dalam Al-Quran bisa dikutip di sini, yaitu yang berkenaan dengan kehidupan Abraham sebelum ia meninggalkan Ur Kasdim ke Kanaan. Al-Quran mengatakan, sebagai contohnya, bahwa Abraham dilemparkan ke dalam perapian yang menyala dan diselamatkan oleh Allah (Surat al-Anbiya' 21:68-70 and as-Saffat 37:97-98). Kisah ini tidak ada di dalam Alkitab, tetapi memiliki padanannya di dalam tulisan-tulisan Yudaisme Rabbinic, di dalam Talmud Babel, misalnya (Pesahim 118a), atau di dalam Midrash (Genesis Rabba 44:18), yang sudah ada sebelum Muhammad lahir. Nabi umat Islam ini pasti pernah mendengar kisah ini dari orang-orang Yahudi yang ada di Arab. Dalam usaha untuk memenangkan orang-orang Yahudi itu kepada Islam, ia memasukkan legenda-legenda Yahudi itu ke dalam Al-Qurannya. Di samping itu, Muhammad juga mencampurkan bahan-bahan dari kaum bidat Yahudi dan Kristen ke dalam Al-Quran. Termasuk di dalam kategori ini adalah teks percampuran-percampuran dari ajaran Gnostik-Yahudi, Yahudi-Kristen, dan Gnostik-Kristen yang dicampur menjadi agama, yang teksnya bisa ditemukan saat ini dalam Pseudepigrapha Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Tulisan Al-Quran, sebagai contoh, yang mengatakan bahwa Allah memerintahkan malaikat untuk menyembah Adam setelah ia diciptakan, bahwa semua malaikat taat, kecuali si jahat, dan karena itu ia dibuang dari surga ( Surat al-A'raf 7:11-18 dan banyak yang lain) Kisah ini diambil dari sebuah teks Preudepigrapha “Kehidupan Adam dan Hawa,” yang tidak diterima kesahihannya baik oleh orang-orang Yahudi maupun orang-orang Kristen, dan yang sudah ditolak sebagai bidat Gnostik-Yahudi sejak abad pertama Masehi.

4. Teks di dalam Al-Quran yang tidak ada padanannya di dalam Alkitab ataupun di dalam tulisan-tulisan dari masa sebelum Islam: Ini yang bisa disebut sebagai Teks asli Islam di dalam Al-Quran.

Al-Quran, sebagai contoh, menganggap bahwa Abraham dan anaknya Ismael yang membangun Kaabah di Mekkah, dan bahwa mereka berdua adalah orang-orang Muslim yang pertama (Surat al-Baqara 2:127-132) Tidak ada kisah demikian yang bisa ditemukan di dalam teks Yahudi ataupun Kristen.

Teks-teks Al-Quran yang demikian biasanya berkaitan dengan usaha Muhammad untuk menarik bukan hanya orang-orang Yahudi dan Kristen ke dalam Islam, tetapi juga kaum penyembah berhala dan kaum bidat. Teks-teks yang demikian menunjukkan betapa kuatnya pengaruh sinkretisme di dalam Al-Quran (=percampuran berbagai agama).

KABAR BURUK: Bukan orang-orang Yahudi dan Kristen yang memalsukan Kitab Suci mereka, tetapi Al-Quran yang justru bisa dianggap sebagai pemalsuan dari Alkitab. Did alamnya teks-teks dari Alkitab dan dari luar Alkitab dicampur-adukkan. Karena itu di dalamnya ada banyak teks yang adalah rekayasa saja atau dusta yang berasal dari imajinasi tingkat tinggi. Orang-orang Muslim percaya bahwa semua itu kebenaran, dan karena itu menolak Injil.

KABAR BAIK: Kita bisa percaya kepada Alkitab, karena tulisan yang ada di dalamnya, ditentukan berdasarkan kebenaran dan kestiaan Allah yang hidup. Dusta dan khayalan kosong sama sekali tidak cocok dengan Roh Kebenaran yang menuntun para saksi yang menuliskan Alkitab.

KESAKSIAN: Nama saya Fauzi, dan saya tinggal di Maroko. Bahkan sebelum saya masuk SD, saya dikirim oleh orang tua saya ke sekolah khusus untuk belajar Al-Quran, dimana saya harus menghafalkan Al-Quran. Sebagai remaja saya shalat lima kali sehari. Saat saya wudlu sebelum Shalat Subuh, saya biasanya mendengarkan stasiun radio Islam. Suatu hari saya mendengarkan sebuah stasiun radio baru. Saya mendengarkan dan kemudian tahu bahwa siaran itu adalah siaran Kristen yang menyiarkan bacaan dari Alkitab. Itu membuat saya sangat marah. Setelah shalat saya menuliskan surat bernada serangan terhadap stasiun radio itu. Saya tidak mengharap ada jawaban. Namun, dua minggu kemudian sebuah surat datang dari stasiun radio itu. Isi suratnya tidak membalas serangan saya, tetapi menyapa saya dengan sangat bersahabat. Saya duduk dan menulis surat lagi. Dari situ kemudian dimulailah korespondens yang lama, dan saya mengikuti kursus korespondens dimana saya menerima literatur tentang Al-Quran dan Alkitab. Saya membawa buku-buku itu kepada imam saya di masjid. Ia mengatakan bahwa di dalam tulisan Kristen itu tidak ada yang salah mengenai Islam. Yang sangat mengganggu saya adalah salah satu bukunya yang menuliskan bahwa banyak bagian di dalam Al-Quran yang bersumber dari tulisan yang ada pada masa sebelum Islam. Karena itu, saya mulai meragukan Islam. Tetapi saya masih mau berpegang kuat kepada agama saya. Saya masuk dan mengurung diri di dalam kamar selama satu bulan, dimana saya hanya makan roti dan minum air putih saja. Di sana saya menjalani ritual asketis di dalam Islam yaitu Sufi (mistisisme Islam) untuk bisa mendapatkan pengalaman langsung dengan Allah. Ketika hal ini juga tidak membawa apa-apa, saya meninggalkan Islam dan berpaling kepada Kristus. Hari ini saya percaya kepada Alkitab dan menjawab semua orang yang bertanya kepada saya mengenai hal itu dengan rendah hati di dalam kebenaran.

DOA: Tuhan Yesus, kami malu akan kesalahan banyak orang Kristen yang mengajarkan pengajaran sesat di masa sebelum Islam. Bukan hanya Muhammad yang bertanggungjawab atas isi Al-Quran, tetapi juga para pengajar ajaran Kristen sesat yang mempengaruhinya. Tolonglah saya untuk berdiam di dalam kebenaran dan kesetiaan-Mu dan tidak mengikuti dusta itu, sehingga saya juga tidak akan mengajarkan pengajaran yang sesat.

PERTANYAAN: Buku-buku apa saja yang ditulis sebelum masa Islam yang mempegaruhi Al-Quran? Mengapa orang-orang Muslim tidak percaya kepada Alkitab?

UNTUK DIHAFALKAN: “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12)

www.Grace-and-Truth.net

Page last modified on July 03, 2013, at 10:10 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.50)