Home
Links
Contact
About us
Impressum
Site Map?


Afrikaans?
عربي
Bahasa Indones.
Deutsch
English
Français
Hausa/هَوُسَا
עברית
O‘zbek
Peul?
Português
Русский
தமிழ்
Türkçe
Yorùbá
中文



Home (Old)
Content (Old)


Indonesian (Old)
English (Old)
German (Old)
Russian (Old)

Home -- Indonesian -- 08. Good News -- 13 Is Christ like Adam?
This page in: -- Chinese -- English -- French -- German? -- INDONESIAN -- Tamil -- Turkish

Previous lesson -- Next lesson

08. KABAR BAIK UNTUK ORANG-ORANG MUSLIM
TRITUNGGAL 1 - 5 : Menjawab tuduhan orang-orang Muslim bahwa Allah bukanlah Bapa, Anak dan Roh Kudus

13 - APAKAH KRISTUS SAMA DENGAN ADAM?



TANTANGAN: Atas dasar Al-Quran, orang-orang Muslim menyangkal bahwa Kristus adalah Anak Allah dan dengan itu menolak iman Kristen akan Allah Tritunggal. Mereka menemukan penegasan yang penting akan penyangkalan terhadap keilahian Kristus di dalam bagian Al-Quran yang membandingkan Kristus dengan Adam, sebagaimana yang ditemukan di dalam Surat Al Imran 3:59, “Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.” Orang-orang Muslim melihat ayat ini sebagai bukti bahwa Kristus adalah sama dengan Adam, hanya sekedar manusia ciptaan Allah belaka. Apakah benar bahwa orang-orang Muslim, menurut Al-Quran, harus percaya bahwa Kristus adalah sama seperti Adam, dan karena itu tidak mungkin Ia adalah Allah? Tidak adakah bagian di dalam Al-Quran yang bisa membawa kepada iman akan keilahian Kristus?

JAWABAN: Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus membandingkan Adam dengn Kristus di dalam bagian-bagian lain dalam Al-Quran:

1. Tentang orangtua Adam dan Kristus: Al-Quran memang mengatakan bahwa Adam dan Kristus sama-sama tidak memiliki ayah manusia. Dalam hal itu keduanya sama. Tetapi ada juga perbedaan besar di antara keduanya: Adam TIDAK memiliki ibu, karena ia diciptakan dari debu tanah. Sedangkan Kristus, MEMILIKI ibu, karena di dalam Al-Quran Ia sering disebut Putera Maryam sampai 13 kali (yaitu, Anak Maria, misalnya di dalam Q.S 2:87 dan 57:27). Jadi Kristus tidak diciptakan dari debu tanah sebagaimana Adam, seperti yang dituliskan di dalam Q.S 3:59.

2. Apa yang dikatakan Allah kepada Adam dan kepada Kristus: Kita melihat adanya perbedaan besar antara Adam dengan Kristus di dalam Al-Quran kalau kita memperhatikan apa yang dikatakan oleh Allah kepada Adam dan apa yang dikatakan-Nya kepada Kristus. Dalam konteks pelanggaran yang dilakukan oleh Adam di Taman Firdaus, kita melihat tulisan Al-Quran demikian: “...dan Kami (Allah) berfirman (kepada Adam) : "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain...(Surat al-Baqara 2:36). Namun, dalam konteks serangan orang-orang Yahudi kepada Kristus dan akhir dari kehidupan pelayanan-Nya kita melihat di dalam Al-Quran mengatakan, “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir.'…(Surat Al 'Imran 3:55) Atas dasar perkataan Al-Quran kita harus menunjukkan adanya perbedaan besar di antara Adam dan Kristus di dalam Al-Quran:

a) Kepada Adam Allah mengatakan, “Turunlah kamu dari Taman Firdaus!” Kepada Kristus, Allah justru mengatakan, “Aku mengangkat kamu kepada-Ku!”
b) Adam diturunkan dari kedudukannya di hadapan Allah dan tahta-Nya,, sementara Kristus diangkat kepada Allah dan tahta-Nya.
c) Adam berdiam di bumi dan tidak lagi ada di surga; Kristus, berdiam di surga, dan tidak ada lagi di bumi.
d) Adam memulai kehidupannya di surga dan berakhir di bumi; sementara Kristus (menurut Al-Quran) memulainya di bumi dan berakhir di surga.
e) Lebih lanjut, Allah mengatakan kepada Adam, “Kamu menjadi musuh yang lain!” Tetapi kepada Kristus Allah mengatakan, “Aku membersihkan kamu dari orang-orang kafir!”
f) Adam dicemarkan oleh kebencian dan permusuhan. Namun, Kristus, menurut Al-Quran, dibersihkan dari dosa-dosa orang-orang lain, karena Ia sendiri tidak memiliki dosa.
g) Kecemaran Adam sama sekali tidak menunjukkan sifat keilahian! Mengapa orang-orang Muslim harus menyucikan dirinya sebelum menghadap Allah di dalam doa? Kesucian Kristus, adalah sifat Ilahi! Bagaimana mungkin Allah akan bisa menyucikan Kristus, kalau Ia sendiri tidak suci?

3. Apa yang dikatakan malaikat tentang Adam dan Kristus: Perbedaan yang lebih besar di antara Adam dan Kristus bida ditemukan ketika kita membaca di dalam Al-Quran mengenai apa yang dikatakan para malaikat tentang Adam dan tentang Kristus. Bahkan sebeluem penciptaan Adam dari debu tanah para malaikat berkata kepada Allah, “... "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah?...(Surat al-Baqara 2:30). Namun, sebelum janin Kristus secara ajaib dimasukkan ke dalam rahim ibu-Nya, para malaikat berkata kepada Maria, “... "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (kalimatun) daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), ... dia adalah termasuk orang-orang yang saleh.(Surat Al 'Imran 3:45-46). Atas dasar kedua bagian di dalam Al-Quran itu, kita bisa menunjukkan lagi perbedaan yang lebih besar antara Adam dengan Kristus:

a) Menurut Al-Quran, malaikat mengatakan tentang Adam sebagai “”orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah!” Namun, tentang Kristus mereka mengatakan, (sekali lagi, menurut Al-Quran), “Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, nama-Nya Al Masih ‘Isa putera Maryam!”
b) Adam membuat keadaan dunia menjadi semakin buruk, dengan membuat kerusakan di dalamnya. Namun, Kristus, adalah kalimat Allah, dan karena itu, penuh dengan kuasa Ilahi yang sangat berguna. Lebih lagi, Ia adalah seorang yang saleh, dan karena itu sangat berbeda dengan Adam, yang membuat kerusakan.
c) Tidak pernah ditemukan di dalam Al-Quran pernyataan bahwa Adam sangat terpuj, baik di dunia sekarang maupun di akhirat. Namun tentang Kristus dituliskan, bahwa ia bukan hanya terkemuka di dunia ini, tetapi juga di akhirat.
d) Adam bukanlah orang yang berada dekat dengan Allah, karena ia diusir dari Firdaus ke dunia, menjauh dari Allah. Tentang Kristus, ada tertulis bahwa Ia adalah salah satu dari mereka yang dekat dengan Allah (al-muqarrabina). Hanya mereka yang memiliki sifat-sifat milik Allah yang bisa dekat dengan Dia. Kata dalam bahasa Rab yang dipakai untuk menjelaskan tentang Kristus (al-muqarrabina) sangat dekat dengan kata yang dipakai untuk menjelaskan orang yang “memiliki hubungan kerabat dengan seseorang” (qarib). Kalau Kristus dekat dengan Allah, maka Ia adalah kerabat Allah!

4. Perbedaan selanjutnya antara Adam dengan Kristus: Sebagai tambahan, orang bisa menemukan di dalam Al-Quran perbedaan yang sangat mendasar di antara Adam dengan Kristus. Beberapa contoh dituliskan di bawah ini:

a) Adam tidak melakukan perkara Ilahi apapun, dan sepenuhnya tunduk kepada hakekat kemanusiaan. Namun, Kristus, melakukan mujizat Ilahi: Ia menciptakan, Ia melihat apa yang tersembunyi, Ia menyucikan orang sakit, dan membangkitkan orang mati (bangkit kembali dari kematian Q.S 3:49)--semua perbuatan Ilahi.
b) Adam tidak taat kepada Allah; karena itu, Allah menurunkan dia dari surga ke dunia (Q.S 2:36). Namun, Kristus taat kepada Allah; karena itu Allah mengangkat-Nya kepada diri-Nya (Q.S 3:55 dan 4:157).
c) Adam tidak dikuatkan dengan Roh Allah, karena itu ia jatuh ke dalam jebakan Iblia (Q.S 7:20 dan 20:120). Kristus, dikuatkan dengan Roh Allah, dan karena itu Iblis tidak memiliki kuasa atas diri-Nya (Q.S 2:87, 253; 5:110)
d) Adam berdosa dan melahirkan anak-anak yang berdosa. Namun, Kristus tidak melakukan dosa, justru, Ia menyucikan dan dengan itu menyembuhkan orang yang sakit (Q.S 3:49).

KABAR BURUK: Ayat di dalam Q.S 3:49, yang mengatakan bahwa Kristus sama dengan Adam, justru bertentangan dengan apa yang dikatakan di dalam bagian-bagian lain di dalam Al-Quran mengenai Adam dan Kristus. Di sana ditemukan banyak sekali perbedaan di antara keduanya, sampai Q.S 3:49 tidak lagi bisa dipakai sebagai bukti untuk menyangkal keilahian Kristus.

KABAR BAIK: Al-Quran menegaskan tentang keilahian Kristus, karena Al-Quran menaruh kepada-Nya banyak sifat-sifat Allah: sebagaimana Allah, Kristus itu suci (taahir), sebagaimana Allah, Ia menghidupkan (muhyi), sebagaimana Allah, Ia menciptakan (khaaliq), dan sebagaimana Allah, Ia menyucikan (mubri'). Lebih lagi, karena Kristus dijelaskan sebagai kalimat Allah dan sebagai Yang Didekatkan kepada-Nya / kerabat Allah, tidak ada keraguan lagi di dalam Al-Quran bahwa Kristus adalah Allah. Kristus lebih memiliki kesamaan dengan Allah, menurut Al-Quran, dibandingkan dengan Adam.

KESAKSIAN: Nama saya K.K Alavi, dan saya tinggal di negara bagian Kerala, India Selatan. Karena itu bahasa sehari-hari saya adalah bahasa Malayalam. Ayah saya adalah seorang pemimpin di mesjid dan ia bertekad untuk menjadikan saya, anaknya, sebagai penerusnya. Sejak masih di Sekolah Dasar saya sudah diajar mengenai bahasa Arab dan Islam. Saat saya berusia 14 tahun saya menemukan sebuah buklet Kristen, yang gambarnya sangat menarik bagi saya. Karena itu saya membawanya pulang, dan bukannya membuangnya sebagaimana seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim yang saleh. Ayah saya sangat marah mengenai hal itu sehingga ia menghukum saya dengan keras dan merobek buklet itu. Namun saat itu benih sudah tertanam. Berita dari Injil mulai tumbuh di dalam hati saya, dan muncul keinginan yang sangat besar untuk tahu lebih banyak lagi. Saya mencari orang-orang Kristen, membaca Injil Kristus menurut Yohanes, dan ikut dalam kelas-kelas Sekolah Minggu—semuanya saya lakukan secara sembunyi-sembunyi. Ketika ayah saya mengetahui apa yang saya lakukan ia menghukum saya tanpa mengenal ampun, mengikat saya selama berminggu-minggu, dan akhirnya, mau membunuh saya karena dianggap meninggalkan Islam. Namun, saya bisa melarikan diri, dan tidak pernah lagi bertemu dengan keluarga saya. Lalu saya memasuki masa yang sangat berat di dalam kehidupan saya, karena saat itu saya baru berusia 16 tahun. Setelah menjalani berbagai hal, saya akhirnya masuk ke sebuah Sekolah Alkitab dan kemudian menjadi gembala di salah satu Gereja di India Selatan. Sejak tahun 1980 saya melayani secara penuh waktu sebagai penginjil di antara orang-orang Muslim. Melalui pelayanan saya banyak anak-anak Ismael yang kemudian menemukan iman kepada Yesus Kristus.

DOA: Ya Allah yang Kudus, saya bersyukur bahwa Kristus melakukan banyak mujizat Ilahi, dan bahwa Ia sekarang ada di surga. Tolonglah saya untuk menerima bahwa Kristus bukanlah sedar makhluk ciptaan, seperti Adam, tetapi bahwa Ia adalah Firman-Mu, penuh dengan kekudusan Ilagi dan kuasa penciptaan. Bukalah telinga dan mata saya, sehingga saya bisa melihat dan mendengar siapa Kristus yang sebenarnya.

PERTANYAAN: Bagaimanakah Kristus berbeda dengan Adam, menurut perkataan Al-Quran? Persamaan perbuatan dan sifat apakah yang dimiliki Kristus yang sama dengan Allah di dalam Al-Quran?

UNTUK DIHAFALKAN: “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.” (Lukas 5:24-25 – Perkataan Kristus di dalam Injil).

www.Grace-and-Truth.net

Page last modified on July 03, 2013, at 10:12 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.50)